tersenyumlah kekasih

Karya : salerana_mundzir


Aku tau kekasih, rasa itu
Telah begitu liar menggrogoti ladang hatimu. 
Memporandakan segala pintu yang kau kunci dengan sungguh
Menghantam batu bata yang kau susun dengan penuh rencana. 
Tapi kekasih. 
Begitulah cinta dalam gerak kehidupannya
Tak ada yang bisa memprediksi kemunculan yang akan berwujud apa? 
Bahkan dukun pun tak mampu menguak anugrahnya kecuali merasakan dengan seduh sedan, dan hiruk pikuk kemesraan.
Tapi kekasih
Tak apa, kita akan lebih dewasa dengan segala perwujudannya. 
Ingatkah engkau saat cinta menghadirkan sosok diriku yang sampai saat ini menjadi lelaki kesayanganmu. 
Bagaimana cinta memberimu sayap untuk terbang di atas lereng lereng dan pengunungan. 
Bahkan dikau berkata di sela sela hilir mudik angin di jendela. 
Aku seperti bidadari yang bersanggul melati, berselendang pelangi. 
Ah begitu romantika sekali kekasih ku dengar melalui bibirmu sebagai alat dari hati terdalam untuk menyampaikan. 
Aduhai kekasih
Jarak bukan sesuatu yang sakral untuk kau sungguhi. 
Lantaran rindu adalah musim paling syahdu
Dalam gagap gempita rasa dan cinta. 
Maka menarilah dengan pagi yang selalu bisa menyejukkan embun embun. 
Dan bersyairlah ketika siang bersenggama dengan panas rindu. 
Lalu bersujudlah bila malam telah tandang dengan rembulan. Itu pertanda dikau harus terombang ambing dalam doa. 
Lihatlah ketika fajar menyapamu dengan siluet emasnya berkidung suara lafad orang orang sholeh. 
Maka tersenyumlah kekasih. 
Dan rasakan badai rindu itu. 
Niscaya tetes air matamu adalah bukti bahwa engkau adalah kekasih. 
Salerana_mundzir kamar 23 maret 2021

Komentar

  1. Kalau siang bersenggama dengan panas rindu, kamu bersenggama dengan siapa? Haha

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

sepotong cinta

Marlena kekasihku

dari hati seorang hamba