hai juni

Salerana_Mundzir


Kau begitu suka menerka nerka dalam gelap
Mengambil angka yang  tak dapat dilihat mata.
Meraba raba takdir, mengundang kecemasan nurani sendiri.
Pada comberan, pundi pundi tetap dipunguti.
Pada malam malam kopi, dibinasakan oleh hastrat kepentingan sendiri.
Alih dalih kesejahteraan.
Kepada waktu yang tak pernah lupa
meninggalkan kecup di kening berbekas luka atau hantaman dendam durjana.
Dada terbakar, bumi berguncang keras.
Angkara murka, petirnya tetap menyala.
Hujannya tak henti meronta.

Salerana_mundzir Jember 03 Juni 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

sepotong cinta

Marlena kekasihku

dari hati seorang hamba