surat dari ayla

surat dari ayla
Karya : salerana_mundzir
mas aku melihatmu berbonjengan dengan temanmu
mencoba ku menjerit memanggilmu
namun angin begitu cemburu dan lantas mengeyam suaraku
mas mengapa dikau makin kurus
matamu memutih ,wajahmu pudar tak lagi gagah saat terakhir aku lihat di bawah mentari
ucap ayla di kertas yang lusuh terjiprat  hujan 
ayla ….
Semenjak perpisahan itu 
Aku jarang merawat diri
Bahkan untuk sekedar mengatur makan saja kadang lupa
Kata siapa aku makin kurus ayla
Saat menerima surat kabar rindu darimu
Pipi abang langsung mengembang 
Lantaran dikau adalah nutrisi 
Ayla setelah hujan kali ini
Aku akan menulis puisi bertaburan melati
Bersama sepi yang kian memporandakan sadar 
Lantaran rindu padamu adalah pekerjaan yang tak pernah membosankan
Bila wajahku yang kau tatap waktu itu telah lusuh
Seperti orang gila dijalanan
Maka percayah cinta dan rinduku akan tetap bersahaja dan teduh 
Pada segala dimensimu.
Ayla …
Kapan kau pulang dari penjara ilmu
Pergi ke kafe bersamaku
Aku memesan cappuccino kopi sedang engkau dengan teh melati
Sambil lalu bercengkrama soal masa depan
Oh ayla…
Entah sudah berapa musim aku merinduimu
Hari ini adalah hari kamis
Seperti wajahmu yang manis
Aku selalu terhipnotis
Bahkan pada bayang dimensimu ayla.
Ayla..
Bila waktu temu telah tiba 
Apa yang bisa aku persembahkan padamu
Selain memanjakanmu 
Dan menari nari di atas puncak rindu 
Mengecup kecingmu
Membelai selendang pelangi indahmu.
Yang tak mampu aku lupakan 
Padamu kekasih yang namanya abadi di dalam hati
Kelempar syair sauh rindu ini padamu .
Sebagai selimut pada dingin waktu yang setia menghadirkan rindu
Tak lupa kepada puisimu di balik kertas 

Salerana_mundzir kamar kamis 4 februari 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

sepotong cinta

Marlena kekasihku

dari hati seorang hamba